Pendirian rumah suku yang sarat akan makna kehidupan memberikan banyak pembelajaran bagi anggota suku yang tergabung didalamnya. Setiap detil proses dengan keunikannya mewarnai gotong-royong ini hingga sampai pada megah berdirinya 'Uma Lulik'. Hola We Fohon sebagai salah satu ritual dalam rangkaian ini menunjukkan bahwa penghargaan terhadap air sebagai sumber kehidupan adalah sebuah ritus penting dan tidak terlepas dalam kehidupan yang telah dilaksanakan oleh leluhur dan diwariskan kepada setiap generasi untuk terus melestarikannya. Dalam ritual ini terdapat beberapa hal dengan makna tertentu antara lain; pembantaian kurban berupa binatang sebagai persembahan bagi alam sebagai penyedia air, percikan darah kurban pada mesbah batu persembahan dan tempat penyimpanan air yang terbuat dari bambu yang dipotong pendek agar tempat yang digunakan untuk menyimpan tersebut tetap baik adanya dan membawa air yang sakral tadi menuju rumah yang baru saja didirikan.
[caption id="attachment_492" align="aligncenter" width="338"] Persiapan Ritual Hola We Fohon[/caption] | [caption id="attachment_490" align="aligncenter" width="343"] Pembawa Air[/caption] |